Pada hari Sabtu, Israel bersumpah untuk menghentikan operasional Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) setelah periode konflik. Mereka juga menyerukan pengunduran diri kepala badan tersebut, menuduh beberapa staf terlibat dalam serangan yang dilakukan oleh Hamas pada 7 Oktober lalu.
UNRWA sendiri telah mengumumkan pada Jumat (26 Januari 2024) bahwa mereka telah memecat beberapa staf sebagai respons terhadap tuduhan dari Israel. Badan tersebut berjanji untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terkait klaim tersebut.
Berbagai negara donor, termasuk Jerman, Inggris, Italia, Australia, dan Finlandia, telah mengikuti langkah Amerika Serikat dengan menghentikan pendanaan untuk UNRWA sebagai tanggapan atas tuduhan Israel. Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, secara terbuka meminta Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, untuk mundur dari jabatannya.
“Tuan Lazzarini, mohon mengundurkan diri,” kata Katz di platform media sosial X pada Sabtu malam, merespons postingan dari kepala UNRWA yang memperingatkan bahwa penghentian pendanaan akan menyebabkan runtuhnya operasi badan tersebut di Jalur Gaza.
Katz sebelumnya menyatakan bahwa UNRWA seharusnya digantikan oleh badan-badan yang berkomitmen pada perdamaian dan pembangunan yang nyata dalam rekonstruksi Gaza.
Di pihak lain, Hamas mengutuk “ancaman” Israel terhadap UNRWA pada Sabtu, mendesak PBB dan organisasi internasional untuk tidak “menyerah pada ancaman dan pemerasan.”
Hubungan antara Israel dan UNRWA telah tegang selama bertahun-tahun dan kini memburuk dalam beberapa hari terakhir. Badan PBB itu baru-baru ini mengutuk penembakan tank yang disebutnya mengenai tempat penampungan pengungsi utama di Gaza, Khan Yunis.
UNRWA melaporkan bahwa puluhan ribu pengungsi terdaftar di tempat penampungan tersebut, dan penembakan tank pada Rabu (25 Januari 2024) menyebabkan setidaknya 13 orang tewas.
Militer Israel menyatakan bahwa tinjauan menyeluruh terhadap operasi pasukan di sekitarnya sedang dilakukan. Mereka juga sedang memeriksa kemungkinan bahwa serangan tersebut “hasil dari tembakan Hamas.”
Menurut laporan AFP, Lazzarini mengutuk pengeboman pada hari Rabu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap aturan dasar perang. Dia menyebutkan bahwa pengeboman terjadi di kompleks yang jelas ditandai sebagai fasilitas PBB, dan koordinatnya dibagikan dengan pihak berwenang Israel.
Tentara Israel merupakan satu-satunya pasukan yang diketahui memiliki tank yang beroperasi di Jalur Gaza.





