Hasil quick count atau hitung cepat dari sejumlah lembaga survei menunjukkan bahwa pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming unggul sementara dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dengan lebih dari 80 persen data yang masuk, Ketua Umum Gerakan Sekali Putaran (GSP) M. Qodari menyatakan keyakinannya bahwa Prabowo-Gibran telah memenangkan kompetisi dengan angka sekitar 58 persen.
“Hasil quick count ini sudah mencakup 80 persen data yang masuk. Melihat angka itu, menurut saya, Prabowo-Gibran akan memenangi Pilpres 2024 dalam satu putaran dengan angka sekitar 58 persen,” kata Qodari pada Rabu (14/2).
Pengamat politik tersebut mengacu pada aturan Pilpres yang menyebutkan bahwa satu putaran bisa terwujud jika paslon presiden dan wakil presiden mendapatkan suara lebih dari 50 persen, dengan sebaran suara sedikitnya 20 persen di setiap provinsi dan tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia.
Qodari yakin bahwa Prabowo-Gibran memenuhi syarat tersebut, terutama setelah melihat hasil quick count yang menunjukkan keunggulan mereka. Ia menekankan pentingnya kembali kepada aturan konstitusi dan undang-undang.
“Berdasarkan pengalaman pilpres sebelumnya, hasil quick count tidak akan jauh berbeda dengan hasil real count yang akan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Semua lembaga survei menunjukkan Prabowo-Gibran unggul secara signifikan,” tambahnya.
Qodari juga menyebutkan tiga alasan tercapainya gerakan sekali putaran. Pertama, pengaruh dari sosok Presiden Joko Widodo yang memberikan dukungan tinggi kepada Prabowo-Gibran. Kedua, serangan terus-menerus dari Ganjar dan PDI Perjuangan kepada Jokowi, yang membuat pendukung Jokowi beralih dukungan ke Prabowo. Dan ketiga, aksi dari relawan Gerakan Sekali Putaran yang mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Kemenangan ini adalah realitas suara mayoritas masyarakat yang menginginkan Pilpres 2024 ini selesai sampai 14 Februari saja. Dengan diterimanya realitas ini, kita bisa melihat hasil resmi dari KPU, tetapi melihat pengalaman sebelumnya, hasilnya tidak akan jauh berbeda,” tegas Qodari.
Dalam konteks menyambut bulan puasa dan Idul Fitri, Qodari berharap semua pihak dapat melakukan rekonsiliasi nasional setelah kontestasi ini selesai, demi kebaikan bangsa dan negara.