Penguatan Bahasa Inggris Siswa melalui Pemahaman Puisi di SMA Pelita Bangsa

Bagikan

Pada tanggal 21 Oktober 2024, dosen dan mahasiswa dari Program Studi Sastra Inggris Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMA Pelita Bangsa Global Islamic School, yang berlokasi di Jalan Surya Kencana, Gang Ketapang 1/23 RT. 004/004 Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten. Kegiatan ini bertajuk “Penguatan Bahasa Inggris Siswa dalam Berkomunikasi melalui Pemahaman Puisi” dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa kelas 11 dalam Bahasa Inggris melalui pendekatan kreatif.

Kegiatan ini diinisiasi oleh dua dosen pembimbing, yaitu Wirhayati, SS, M.Pd, dan Afrianti Wulandari, SS, M.SI, dengan bantuan lima mahasiswa, yaitu Pamela Adinda, Ismu Zati Qodiriyah, Indri Atika Rahmawati, Nurul Aulia Habibah, dan Fakhri Ramadhan. Program ini mengusung metode pengajaran yang melibatkan puisi sebagai media pembelajaran Bahasa Inggris yang kreatif dan interaktif.

Kegiatan dimulai dengan pengenalan konsep puisi dalam Bahasa Inggris, yang disampaikan oleh para mahasiswa sebagai fasilitator. Siswa diberikan bimbingan dalam membaca, memahami, dan mendiskusikan puisi secara mendalam. Dengan pendekatan interaktif, siswa diajak untuk menggali makna puisi sekaligus melatih pengucapan dan ekspresi verbal mereka dalam Bahasa Inggris. Selain itu, siswa juga mengikuti sesi pelatihan menulis puisi dengan tema bebas menggunakan Bahasa Inggris. Sesi ini dirancang untuk membantu siswa memahami teknik dasar dalam menciptakan puisi serta meningkatkan kemampuan menulis mereka dalam Bahasa Inggris.

Pelaksanaan PKM ini mendapat sambutan yang sangat positif dari para siswa SMA Pelita Bangsa. Banyak siswa yang mengaku merasa lebih percaya diri dalam menggunakan Bahasa Inggris setelah mengikuti kegiatan ini. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa, kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan apresiasi siswa terhadap seni sastra, khususnya puisi.

Dosen pembimbing, Wirhayati, SS, M.Pd, menyampaikan harapannya bahwa program ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk menerapkan metode serupa dalam meningkatkan kompetensi siswa dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. “Melalui pendekatan kreatif seperti ini, siswa tidak hanya belajar Bahasa Inggris, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif,” ujarnya.

Artikel terkait
Terkini
Follow us