Sastra Inggris UNPAM Gelar Diskusi Thinker’s Talk Bertajuk “Strategi Menembus Jurnal Sinta 1” bersama Dr. Annabelle Gordonas

Bagikan

Sastra Inggris UNPAM menggelar acara inspiratif bertajuk Thinker’s Talk dengan tema “How to Conquer Sinta 1 Accredited Paper Publication.” Acara ini diadakan di Ruang Anggrek, Lantai 8, mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, dengan menghadirkan narasumber utama, Dr. Annabelle A. Gordonas, seorang pakar dalam bidang publikasi ilmiah dari Polytechnic University of Philippines.

Acara dibuka oleh dan dimoderatori oleh Shinta Aziez, S.Pd., yang menyambut hangat para peserta yang hadir dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga peneliti. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Tryana, S.S., M.A. selaku Dekan Fakultas Sastra dan Tito Dimas Atmawijaya, S.Pd., M.Hum. selaku ketua prodi Sastra Inggris UNPAM, yang menyampaikan harapan agar acara ini dapat memberikan wawasan baru dalam strategi publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi.

Setelah sesi foto bersama, panitia memperkenalkan profil Dr. Annabelle A. Gordonas melalui pemaparan singkat tentang riwayat akademik dan pengalaman publikasinya. Kehadiran Dr. Annabelle yang memiliki rekam jejak publikasi di jurnal-jurnal internasional bergengsi menambah antusiasme peserta.

Dengan gaya penyampaian yang hangat namun tegas, Dr. Annabelle mengajak para peserta untuk meredefinisi paradigma publikasi ilmiah yang selama ini dikenal dengan istilah “publish or perish”. Beliau menyarankan, daripada sekadar mengejar jumlah publikasi, para peneliti sebaiknya berfokus pada “flourish”, di mana kualitas penelitian menjadi prioritas utama dibandingkan kuantitas.

Dalam paparannya, Dr. Annabelle menekankan beberapa elemen krusial yang perlu diperhatikan untuk mencapai kualitas publikasi yang baik. Beliau menjelaskan bahwa publikasi yang kuat harus mencakup kebaruan, ketegasan, dan daya tarik—elemen-elemen yang dapat membedakan sebuah karya ilmiah dari yang lainnya.

Selain itu, beliau menyoroti pentingnya “ceruk” atau niching dalam menentukan fokus penelitian, serta ketajaman dan responsivitas yang memungkinkan penelitian tersebut relevan dengan perkembangan terbaru di bidangnya. Dr. Annabelle juga memberikan panduan dalam menggunakan platform online yang umum diakses, seperti ChatGPT dan Wikipedia. Beliau mengingatkan bahwa, meskipun sumber-sumber ini dapat membantu dalam berbagai tahapan riset, peneliti harus berhati-hati untuk tidak terlalu bergantung pada sumber yang kredibilitasnya mungkin belum terjamin.

Lebih jauh, Dr. Annabelle membahas aspek penting dalam memilih jurnal publikasi. Menurutnya, visibilitas jurnal, biaya publikasi, reputasi, dan kecepatan proses penerbitan adalah faktor yang perlu dipertimbangkan dengan cermat.

 Beliau menyarankan para peneliti untuk melakukan triangulasi sumber sebelum mengambil keputusan, sehingga pemilihan jurnal dapat dilakukan secara bijak dan sesuai dengan sasaran publikasi. Topik penelitian juga menjadi fokus bahasan Dr. Annabelle.

Ia mendorong peserta untuk memilih topik yang menarik sekaligus menantang, tetapi tetap sesuai dengan kapasitas dan minat pribadi mereka. Dr. Annabelle percaya bahwa topik yang memiliki kedalaman dan mampu membangkitkan rasa penasaran akan lebih mudah menarik perhatian baik dari pembaca maupun editor jurnal.

Selain itu, Dr. Annabelle menekankan pentingnya sikap terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para reviewer. Baginya, tidak perlu merespons secara berlebihan terhadap kritik, melainkan menjadikannya sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas penelitian.

Setelah sesi materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Ibu Erliana, salah seorang peserta, mengajukan pertanyaan tentang pentingnya memilih antara kutipan langsung atau parafrase dalam penelitian.

Menanggapi hal ini, Dr. Annabelle menyarankan para peneliti untuk melakukan parafrase dengan menangkap esensi dari penelitian asli tanpa menyalin secara langsung, agar karya yang dihasilkan tetap memiliki keunikan tersendiri. Pertanyaan lainnya datang dari Usman, seorang mahasiswa Sastra Inggris, yang menanyakan cara memilih topik yang menarik bagi pembaca.

Dr. Annabelle menjelaskan bahwa topik yang menarik seringkali adalah topik yang masih menyimpan “puzzle” atau aspek yang belum terpecahkan. Penelitian mendalam akan membantu peneliti menemukan celah atau sudut pandang baru dalam suatu topik. Ibu Kunik, peserta lainnya, meminta tips untuk membangun motivasi dalam menulis dan melakukan penelitian. Dr. Annabelle membagikan perspektifnya tentang dua jenis motivasi—minat pribadi dan motivasi eksternal—yang menurutnya dapat menjadi pendorong yang kuat dalam menyelesaikan penelitian.

Di akhir acara, beberapa peserta dengan pertanyaan terbaik diberikan souvenir sebagai apresiasi dari panitia. Sebagai penutup, Dr. Annabelle menyampaikan bahwa kesuksesan publikasi penelitian membutuhkan tekad yang kuat dan konsistensi yang berkesinambungan. Dengan berfokus pada kualitas penelitian serta keterbukaan terhadap kritik, setiap peneliti akan mampu mengatasi tantangan dalam dunia publikasi, termasuk menembus jurnal terakreditasi seperti Sinta 1.

Acara Thinker’s Talk ini pun sukses memberikan inspirasi dan wawasan praktis bagi seluruh peserta, yang diharapkan dapat mengangkat kualitas penelitian mereka di masa mendatang.

Artikel terkait
Terkini
Follow us