Jakarta Pusat – Ketua Dewan Ideologi DPP PA Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Guntur Soekarnoputra, yang juga merupakan putra sulung Bung Karno, mengajak masyarakat dan para pendukung untuk secara masif mendukung calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo dan Mahfud Md.
Dalam acara Rock and Roll Day’s di Rumah Aspirasi Ganjar-Mahfud di Jalan Diponegoro Nomor 72, Menteng, Jakarta Pusat, Guntur menyatakan keinginannya agar masyarakat memberikan dukungan yang besar kepada pasangan Ganjar-Mahfud. Dia menegaskan bahwa jika kekuasaan dan hak prerogatif berada di tangan Ganjar dan Mahfud, segala hal akan menjadi lebih mudah, termasuk terhadap pihak-pihak tertentu seperti Joko Widodo (Jokowi).
“Kalau Mas Ganjar dan Pak Mahfud sudah memiliki kekuasaan, hal-hal lain menjadi lebih mudah, termasuk Jokowi itu mau kita apain,” ujar Guntur dalam sambutannya.
Menurut Guntur, sesuai dengan ajaran Mantan Presiden Soekarno, momentum ini tak bisa ditunda lagi, dan satu-satunya langkah yang harus diambil adalah memenangkan Ganjar-Mahfud sebagai presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2024. Ia juga menekankan pentingnya bersatu padu dalam mendukung pasangan tersebut.
“Ini kan banyak macam-macam ada yang minta pemakzulan, sudahlah kita lupakan itu dulu. Kalau Mas Ganjar dan Pak Mahfud sudah jadi presiden, gampang itu Jokowi mau diapain terserah. Saya enggak sebut nama paslon ya, adalah paslon nanti mau diapain gampang itu,” tambahnya.
Guntur menyerukan agar pendukung dan relawan Ganjar-Mahfud bersatu memenangkan pasangan tersebut di sisa masa kampanye. “Tugas kita yang paling penting sekarang adalah bersatu padu dalam satu barisan untuk memenangkan Ganjar-Mahfud menjadi presiden dan wakil presiden,” ucapnya.
Pada agenda kampanye Hajatan Rakyat di Kulon Progo pada 28 Januari 2024, Guntur menyatakan bahwa kehadiran Jokowi di Yogyakarta tidak mempengaruhi niatan puluhan ribu kader PDIP se-DIY dan Jawa Tengah untuk hadir di acara tersebut. Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, juga mengklaim bahwa kehadiran Jokowi tidak mengganggu agenda Hajatan Rakyat Ganjar-Mahfud yang tetap dihadiri puluhan ribu massa.





