Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan tajam menanggapi klaim Rusia yang mencoba menghubungkan serangan di Balai Kota Crocus dengan kelompok nasionalis Ukraina. Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, John Kirby, menyebut para pejabat Rusia sebagai “penjual pupuk kandang yang baik” dalam merespons klaim tersebut.
“Paman saya sering mengatakan bahwa penjual pupuk kandang terbaik sering kali membawa sampel pupuk kandang ke dalam mulut mereka. Pejabat Rusia tampaknya adalah penjual pupuk kandang yang cukup baik,” kata Kirby dalam pernyataannya yang dilansir dari Reuters.
Pernyataan tersebut muncul setelah penyelidik Rusia mengklaim bahwa mereka memiliki bukti yang menghubungkan nasionalis Ukraina dengan serangan yang terjadi di gedung konser di pinggiran Moskwa, yang menyebabkan kematian sedikitnya 143 orang. Namun, mereka tidak memberikan bukti konkret atas klaim tersebut.
Komite Investigasi Rusia mengklaim bahwa para penyerang menerima dana tunai dan mata uang kripto dalam jumlah besar dari Ukraina. Namun, klaim ini langsung ditolak oleh pihak Amerika Serikat sebagai propaganda omong kosong Rusia.
Serangan yang terjadi sebelumnya telah diklaim oleh kelompok teror ISIS-K, cabang dari ISIS yang berbasis di Afghanistan. Namun, Rusia bersikeras bahwa kelompok radikal adalah yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, meskipun ada penolakan keras dari pihak Ukraina.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebelumnya mengakui bahwa kelompok radikal berada di balik serangan tersebut, tetapi tetap menuduh bahwa Ukraina mungkin terlibat dalam peristiwa tersebut, klaim yang ditolak keras oleh pihak Kyiv.
Sebelas orang telah ditangkap dalam 24 jam pertama setelah serangan tersebut, dan delapan dari mereka, termasuk empat tersangka pria bersenjata, telah ditempatkan dalam tahanan pra-sidang. Tujuh dari mereka berasal dari negara bagian Tajikistan di Asia Tengah, sementara satu lagi berasal dari Kyrgyzstan.





