Tim PkM Sastra Inggris UNPAM Latih Anak Yatim Kembangkan Kemampuan Berpikir Kritis

Bagikan

Tim PkM yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Sastra Inggris Universitas Pamulang telah melaksanakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Asrama Cinta Yatim dan Dhuafa Al Ikhwaniyah pada 3 April 2024. Asrama yang terletak di Pamulang ini merupakan tempat tinggal bagi anak-anak usia SMP yang membutuhkan dukungan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

Amirudin, S.S., M.Pd., Ketua Pengabdi, menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis bagi anak-anak di tingkat SMP. “Dengan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, siswa akan lebih mudah dalam mencerna informasi, mampu menyelesaikan permasalahan secara efektif, dan membuat keputusan yang tepat,” ujarnya. Namun, sering kali siswa tidak memahami pentingnya kemampuan ini karena kurangnya kesempatan untuk melatihnya.

Untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis, diperlukan peran serta dari berbagai elemen seperti sekolah, guru, orang tua, akademisi, dan siswa itu sendiri. Dalam kegiatan PKM kali ini, tim berupaya memberikan cara mudah melatih kemampuan berpikir kritis melalui media film.

Ruisah, S.S., M.Ikom., salah satu narasumber kegiatan, menjelaskan bahwa film memiliki berbagai unsur naratif yang bisa dimanfaatkan, salah satunya adalah foreshadowing. “Foreshadowing, sebagai petunjuk akan kejadian mendatang dalam alur cerita, dapat memantik proses berpikir kritis bagi penikmatnya,” jelas Miss Ruiz, sapaan akrabnya.

Kegiatan PKM ini menggunakan media film sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik di Asrama Cinta Yatim dan Dhuafa Al Ikhwaniyah. Kegiatan dimulai dengan pengenalan tentang pentingnya kemampuan berpikir kritis dan konsep foreshadowing. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemutaran film yang kaya dengan unsur foreshadowing. Para peserta kemudian mendiskusikan adegan-adegan yang merupakan foreshadowing, dipandu oleh tim mahasiswa.

Selain itu, peserta juga diberikan latihan “Tentukan Jalan Cerita” di mana mereka dibagi ke dalam kelompok dan diberi tugas untuk melanjutkan cerita dari skenario yang telah disusun oleh tim. Dari hasil diskusi kelompok, peserta berhasil membuat jalan cerita masing-masing sesuai petunjuk yang diberikan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan kemampuan berpikir kritis anak-anak di Asrama Cinta Yatim dan Dhuafa Al Ikhwaniyah, sehingga mereka mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan dengan lebih baik.

Artikel terkait
Terkini
Follow us