Etnomatematika menawarkan cara pandang baru dalam melihat matematika, yakni sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari dan budaya masyarakat. Dalam konteks Minangkabau, Rumah Gadang bukan hanya bangunan fisik yang sarat dengan nilai filosofis dan budaya, tetapi juga menyimpan konsep-konsep matematika yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Melalui bentuk, proporsi, pola geometris, serta tata ruangnya, Rumah Gadang memberikan contoh nyata bagaimana matematika dapat dilihat dan dipahami dalam konstruksi budaya.
Buku ini disusun dengan harapan dapat memberikan inspirasi kepada para pendidik untuk memanfaatkan budaya lokal sebagai sumber belajar, serta membantu siswa memahami matematika dalam konteks yang lebih akrab dengan kehidupan mereka. Pendekatan etnomatematika ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara konsep abstrak matematika dengan pengalaman nyata yang dialami sehari-hari oleh siswa.