Dalam heningnya malam dan sepi sajadah yang basah oleh doa, lahirlah bait-bait puisi yang merekam getar jiwa para penempuh jalan sunyi—para santri. Buku ini adalah kumpulan suara hati dari tanah berkah, tempat ilmu dan keikhlasan bertemu, tempat rindu dan harap menyatu dalam doa yang lirih.
Melalui untaian kata yang jujur dan dalam, puisi-puisi dalam buku ini menyingkap sisi lain dari kehidupan pesantren: kesunyian yang menghidupkan, pergulatan batin yang mematangkan, serta cinta yang tumbuh diam-diam pada Tuhan, ilmu, dan kehidupan.
Di setiap larik, terselip kerinduan akan rumah, perenungan akan makna hidup, dan kekaguman terhadap kebesaran-Nya yang sering hadir dalam hal-hal sederhana.
“Jejak Sunyi di Tanah Berkah” adalah persembahan puitik dari langit pesantren—sebuah perjalanan spiritual yang lirih, namun sarat makna.