Dedi Iskandar Batubara di Muswil IPA Sumut:”Empat Pilar Jawaban Atas Krisis Lingkungan Kita”

Bagikan

MEDAN – Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, Dedi Iskandar Batubara, menyampaikan pesan krusial mengenai hubungan antara nasionalisme dan kelestarian alam. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber utama dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Hijr Ismail, Asrama Haji Medan, Minggu (14/12/2025).

Kegiatan ini digelar berbarengan dengan Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) Sumatera Utara. Di hadapan 180 kader pelajar dari berbagai kabupaten/kota se-Sumut, Dedi menekankan bahwa mencintai tanah air kini harus diwujudkan melalui aksi nyata menyelamatkan lingkungan.

Menyikapi fenomena banjir yang kerap melanda berbagai wilayah di Sumatera Utara belakangan ini, Dedi Iskandar mengajak para pelajar untuk tidak hanya memahami Empat Pilar secara tekstual, tetapi juga kontekstual.

“Kita bicara NKRI bukan hanya soal menjaga perbatasan, tapi menjaga tanah dan airnya. Saat ini, Sumatera sedang ‘menangis’ karena banjir yang terus berulang. Jika kita mengaku pengawal Empat Pilar, maka kita harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Dedi dengan tegas.

Ia menambahkan bahwa Pancasila, khususnya sila kelima tentang keadilan sosial, sangat relevan dengan isu ekologi.

“Banjir ini adalah pengingat bahwa ada ketidakadilan dalam pengelolaan alam. Rakyat kecil yang paling terdampak. Saya ingin kader IPA Sumut memahami bahwa menjalankan konstitusi berarti berani melawan perusakan hutan dan eksploitasi alam yang ugal-ugalan,” tambahnya.

Dalam momentum Muswil ini, Dedi berharap suksesi kepemimpinan di tubuh IPA Sumut mampu melahirkan figur yang peka terhadap krisis sosial dan alam. Beliau menegaskan bahwa pelajar Washliyin tidak boleh apatis terhadap kebijakan publik yang berdampak pada masyarakat luas.

“Kalian adalah pemilik masa depan Sumatera Utara. Jangan hanya terjebak pada rutinitas organisasi. Pelajari UUD 1945, pahami bahwa negara punya kewajiban melindungi segenap bangsa. Jika hari ini rumah warga kita tenggelam karena banjir, di mana peran kita sebagai intelektual pelajar?” tanya Dedi retoris.

Lebih lanjut, ia mendorong para kader untuk menjadikan isu lingkungan sebagai program kerja utama dalam periode kepengurusan mendatang. “Saya titip pesan kepada pengurus yang akan terpilih: jadikan penguatan nilai kebangsaan ini sebagai energi untuk mengadvokasi isu-isu lokal. Kita tidak bisa bicara kesejahteraan di bawah bayang-bayang ancaman bencana. Empat Pilar harus menjadi napas dalam setiap kebijakan yang kalian suarakan kepada pemerintah daerah,” pungkasnya.

Artikel terkait
Terkini
Follow us