Bagaimana Al-Qur’an dipahami sebagai sumber ilmu pengetahuan yang utuh dan sistematis? Pertanyaan inilah yang menjadi titik tolak buku ini dalam menelusuri epistemologi keilmuan Imam Jalaluddin as-Suyuti melalui karya monumentalnya, Al-Itqan fi ‘Ulum Al-Qur’an. Sebagai salah satu ulama ensiklopedis terbesar dalam sejarah Islam, as-Suyuti tidak hanya mengumpulkan berbagai disiplin ilmu Al-Qur’an, tetapi juga membangun kerangka pengetahuan yang berpijak pada wahyu, akal, dan tradisi keilmuan Islam secara integratif.
Buku ini mengkaji secara kritis bagaimana konsep sumber pengetahuan, metode perolehan ilmu, serta validitas kebenaran dikonstruksikan dalam Al-Itqan. Melalui pendekatan epistemologis, pembaca diajak memahami bagaimana as-Suyuti memadukan otoritas teks, rasionalitas, dan transmisi keilmuan (riwayah–dirayah) dalam membangun fondasi ilmu-ilmu Al-Qur’an. Analisis ini menunjukkan bahwa epistemologi Islam yang dirumuskan as-Suyuti memiliki relevansi kuat bagi pengembangan ilmu pengetahuan kontemporer yang berakar pada nilai-nilai wahyu.