Tangerang Selatan — Universitas Pamulang melalui Fakultas Sastra, Program Studi Sastra Inggris, menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema Drama sebagai Media Pembelajaran Interaktif untuk Peningkatan Keterampilan Komunikasi dan Pemahaman Budaya di Pondok Pesantren Al Ghozali, Minggu (14/12/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 35 santri kelas X dan XI. Program tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, dengan menekankan pendekatan pembelajaran kreatif dan partisipatif.
Kegiatan PkM diketuai oleh Aisyah Al-Baroroh, S.S., M.Pd., dengan melibatkan mahasiswa semester V Program Studi Sastra Inggris Universitas Pamulang sebagai fasilitator dan pendamping kegiatan. Kehadiran mahasiswa tidak hanya mendukung kelancaran program, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mereka untuk terlibat langsung dalam aktivitas pengabdian di lingkungan pendidikan keagamaan.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara dan pembacaan doa. Suasana pembukaan berlangsung tertib dan khidmat, mencerminkan semangat kebersamaan antara tim pengabdi dan para santri. Setelah itu, penyampaian materi utama dilakukan oleh ketua tim pengabdi yang membahas drama sebagai media pembelajaran interaktif. Materi menyoroti konsep dasar drama, manfaatnya dalam melatih keterampilan komunikasi, keberanian berbicara, kerja sama tim, serta penanaman nilai-nilai budaya dan moral.
Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan dialogis. Para santri tampak aktif bertanya dan merespons penjelasan, menunjukkan antusiasme sejak awal kegiatan. Diskusi yang terbangun memberi ruang bagi santri untuk memahami bahwa drama tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan drama dalam kelompok kecil. Para santri dibagi ke dalam beberapa kelompok dan didampingi oleh tim pengabdi serta mahasiswa pendamping. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pelatihan dasar meliputi teknik pernapasan, artikulasi, intonasi suara, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh. Suasana pelatihan dibuat santai melalui berbagai aktivitas pemanasan dan ice breaking agar peserta merasa nyaman dan percaya diri.
Tahapan berikutnya adalah pementasan drama dan sesi refleksi. Setiap kelompok menampilkan drama dengan tema nilai-nilai budaya lokal dan Islami, seperti kejujuran, tanggung jawab, kebersamaan, dan gotong royong. Seusai pementasan, dilakukan refleksi bersama untuk membahas pesan moral yang terkandung dalam setiap penampilan. Dari sesi ini terlihat adanya peningkatan kepercayaan diri santri dalam berbicara dan tampil di depan umum.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan doorprize kepada peserta yang aktif dan menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ditutup dengan dokumentasi bersama antara tim pengabdi, mahasiswa pendamping, dan para santri Pondok Pesantren Al Ghozali dalam suasana penuh kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdi berharap drama dapat menjadi alternatif metode pembelajaran kreatif di lingkungan pesantren. Pihak Pondok Pesantren Al Ghozali menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung pengembangan keterampilan komunikasi, kepercayaan diri, serta pemahaman budaya santri sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.





