MEDAN – Anggota DPD RI, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., S.H., MSP., MH., CIRBC., CWC., menegaskan bahwa kemajuan sebuah negara sangat bergantung pada penguasaan ilmu pengetahuan yang lahir dari rahim perguruan tinggi. Hal tersebut disampaikannya dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh 150 peserta dari Civitas Akademika UNIVA Medan, mencakup dosen dan mahasiswa yang antusias mendalami korelasi antara nilai kebangsaan dan dunia akademik.

Sejalan dengan misi memasyarakatkan pentingnya komunikasi antara rakyat dan wakil rakyat, Dr. Dedi Iskandar menekankan bahwa kampus harus menjadi pusat dialektika yang sehat. Budaya komunikasi dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara harus melibatkan kaum intelektual agar kebijakan yang lahir memiliki landasan ilmiah yang kuat.

“Komunikasi antara masyarakat akademik dan wakilnya di parlemen adalah kunci untuk memastikan Pancasila dan konstitusi tetap menjadi motor penggerak inovasi di berbagai sektor,” ujar Dr. Dedi Iskandar di hadapan civitas akademika.

Dalam sesi diskusi, para peserta menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam membangun karakter mahasiswa demi kemajuan negeri. Menjawab kegelisahan tersebut, Dr. Dedi Iskandar memberikan penjelasan mendalam mengenai posisi akademisi sebagai pilar intelektual.

“Peran akademis sangat penting karena menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Prestasi akademis bukan sekadar angka, melainkan pendorong penguasaan ilmu pengetahuan yang menjadi motor inovasi dan pengembangan teknologi,” tegas Senator asal Sumatera Utara tersebut.

Beliau juga menambahkan bahwa peran pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi sangat krusial dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kebangsaan.

“Akademisi berperan strategis membangun negeri melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Mahasiswa adalah penggerak masa depan; jika karakter mereka dibentuk dengan nilai Empat Pilar, maka Indonesia akan memiliki pemimpin yang berintegritas,” tambahnya.

Narasumber kedua, Safaruddin Nst S.Pdi, turut memberikan perspektif mengenai pentingnya akhlak dalam dunia pendidikan. Menutup acara tersebut, Dr. Dedi Iskandar Batubara berpesan agar Civitas Akademika UNIVA Medan terus konsisten memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.

“Negara butuh inovasi, dan inovasi butuh akademisi. Mari kita jadikan kampus sebagai benteng pertahanan ideologi sekaligus laboratorium kemajuan bangsa,” pungkasnya.