LIMA PULUH – Mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan lebih dari sekadar pembangunan ekonomi dan penguasaan teknologi. Kualitas pendidikan serta karakter kebangsaan dinilai menjadi fondasi penting untuk memastikan generasi muda mampu menghadapi perubahan zaman dan persaingan global.

Pesan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Aula Kantor Bupati Kabupaten Batubara, Kecamatan Lima Puluh, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WIB tersebut bekerja sama dengan Pimpinan Daerah (PD) Al Washliyah Kabupaten Batubara. Sebanyak 150 peserta hadir, terdiri atas pengurus organisasi, pendidik, dan tokoh masyarakat.

Anggota DPD/MPR RI asal Sumatera Utara, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., S.H., MSP., MH., CIRBC., CWC., menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut.

Ia menyampaikan materi bertajuk “Upaya Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045 Melalui Aspek Pendidikan”. Dalam paparannya, Dedi menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika perlu menjadi bagian penting dalam proses pendidikan generasi muda.

“Indonesia Emas 2045 bukan sekadar bertambahnya usia kemerdekaan kita menjadi satu abad, melainkan momentum pembuktian kualitas generasi muda. Pendidikan adalah kunci utamanya. Kita tidak hanya butuh anak-anak yang menguasai teknologi dan sains, tetapi juga anak-anak yang memiliki karakter kebangsaan yang kokoh,” tegas Dedi.

Ia melanjutkan, transformasi pendidikan perlu diarahkan untuk menghasilkan generasi yang mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan nilai moral dan karakter.

“Di sinilah aspek pendidikan harus bertransformasi agar mampu mencetak SDM yang unggul dan berakhlak,” ujarnya.

Dedi juga menyoroti potensi Kabupaten Batubara dalam mendukung lahirnya generasi berkualitas. Menurutnya, potensi tersebut perlu diperkuat melalui pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah desa dan kawasan pesisir.

Pemerataan pendidikan dinilai penting agar kesempatan memperoleh pendidikan yang berkualitas tidak hanya dinikmati masyarakat di wilayah perkotaan.

Sementara itu, narasumber kedua, H. Al As’ari, S.Ag., M.Si., mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Organisasi Membangun Generasi Emas”.

Al As’ari menempatkan organisasi kemasyarakatan, khususnya organisasi keagamaan, sebagai salah satu elemen penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Ia menilai perkembangan teknologi menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi organisasi untuk memperluas peran pendidikan dan pembinaan generasi muda.

“Tantangan organisasi hari ini adalah bagaimana tetap relevan dengan kebutuhan generasi Z dan Alpha. Kita punya peluang besar melalui jaringan madrasah dan sekolah yang dimiliki Al Washliyah,” paparnya.

Namun, peluang tersebut perlu diikuti dengan pembaruan tata kelola dan sistem pendidikan agar organisasi mampu merespons perubahan.

“Tantangannya adalah modernisasi tata kelola dan kurikulum agar mampu menjawab disrupsi zaman tanpa melupakan identitas kebangsaan dan keislaman,” lanjutnya.

Sesi diskusi menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian peserta. Sejumlah persoalan aktual pendidikan dibahas, mulai dari tantangan literasi digital hingga pemerataan akses pendidikan di daerah.

Para peserta yang berasal dari unsur pendidik, pengurus organisasi, dan tokoh masyarakat turut menyampaikan pandangan serta pengalaman mereka mengenai kondisi pendidikan di lingkungan masing-masing.

Diskusi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membicarakan langkah konkret yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan sosial dan teknologi.

Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, penguatan pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan, akhlak, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *