Surah Yasin dikenal luas sebagai “jantung Al-Qur’an” dan kerap dibaca dalam berbagai ruang spiritual umat Islam. Namun, tidak sedikit pembaca yang belum benar-benar memahami pesan-pesan utamanya secara utuh dan kontekstual. Buku ini hadir untuk menjembatani kebutuhan itu melalui pendekatan tafsir ijmali—penafsiran yang ringkas, padat, dan langsung menyentuh inti makna ayat.
Dengan membandingkan Tafsir al-Wajiz karya Wahbah az-Zuhaili dan Tafsir al-Lubab karya M. Quraish Shihab, buku ini mengajak pembaca menelusuri cara dua mufasir kontemporer merumuskan makna, tujuan, dan pelajaran Surah Yasin dalam format yang mudah dicerna tanpa kehilangan kedalaman pesan. Pembahasan juga menyoroti faktor-faktor yang melahirkan perbedaan penafsiran, mulai dari sumber rujukan, corak pemikiran, hingga konteks sosial yang melatarinya.