MEDAN – Penguatan karakter kebangsaan melalui Gerakan Pramuka menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan perubahan sosial di kalangan generasi muda. Hal tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diikuti Pengurus Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Al Washliyah Sumatera Utara di Aula Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan, Jalan Sisingamangaraja, Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Senin (14/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB tersebut diikuti sekitar 150 peserta, yang terdiri atas pengurus, pembina, dan kader muda Sako Pramuka Al Washliyah dari berbagai wilayah di Sumatera Utara. Sosialisasi tersebut menjadi forum untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai nilai-nilai kebangsaan sekaligus peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang berkarakter.

Anggota DPD/MPR RI asal Sumatera Utara, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., S.H., MSP., MH., CIRBC., CWC., hadir sebagai salah satu narasumber dengan materi “Menyiapkan Kader Muda Berkarakter dan Memperluas Jaringan Gugus Depan”.

Dalam pemaparannya, Dedi menegaskan bahwa Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, perlu dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Gerakan Pramuka dapat menjadi ruang pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai kepemimpinan, integritas, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan kepada generasi muda.

“Gerakan Pramuka adalah laboratorium kepemimpinan yang nyata. Di era digital saat ini, kader muda tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial, integritas, dan jaringan Gugus Depan yang kokoh,” ujar Dedi Iskandar.

Ia juga menekankan pentingnya memperluas jaringan Gugus Depan sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan generasi muda. Menurutnya, jaringan yang semakin luas dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan kepada lebih banyak pelajar dan generasi muda.

Narasumber lainnya, AKBP (Purn) H. Zainal Abidin, S.H., M.H., menyampaikan materi “Penanaman Nilai Kepramukaan terhadap Generasi Muda untuk Pembentukan Karakter Kebangsaan”.

Dalam penyampaiannya, Zainal mengaitkan nilai-nilai Dasa Darma Pramuka dengan pembentukan karakter dan kedisiplinan generasi muda. Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi remaja, termasuk kenakalan remaja, kejahatan siber, dan berkurangnya kepedulian sosial.

“Nilai-nilai Dasa Darma Pramuka sejatinya adalah pilar-pilar karakter kebangsaan. Di tengah maraknya isu kenakalan remaja, kejahatan siber, hingga memudarnya rasa kesetiakawanan, Pramuka harus hadir sebagai solusi,” kata Zainal Abidin.

Ia menilai pembinaan yang dilakukan melalui Gugus Depan dapat menjadi bagian penting dalam membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan jiwa patriotisme generasi muda.

Selain menerima materi, para peserta juga terlibat dalam diskusi mengenai pengembangan Gugus Depan Al Washliyah di lingkungan sekolah. Pembahasan juga mencakup pemanfaatan media digital sebagai sarana menyampaikan konten edukatif yang memuat nilai-nilai kepramukaan dan kebangsaan.

Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan komitmen Sako Pramuka Al Washliyah Sumatera Utara untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jaringan Gugus Depan, serta mendorong implementasi nilai-nilai Empat Pilar MPR RI di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Sako Pramuka Al Washliyah Sumatera Utara diarahkan tidak hanya menjadi wadah kegiatan kepanduan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan kader muda yang memiliki karakter, wawasan kebangsaan, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan jejaring yang luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *