,

Dedi Iskandar Batubara: Muslimat Al Washliyah Adalah Madrasah Pertama Kepemimpinan Pancasila

Bagikan

BINJAI – Ketua Kelompok DPD di MPR RI, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, menyebut kaum perempuan, khususnya Muslimat Al Washliyah, memiliki peran penting sebagai “madrasah pertama” dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan Pancasila. Hal itu disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kantor PD Muslimat Al Washliyah Binjai, Jalan MT. Haryono, Sumatera Utara, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta tersebut didominasi kaum perempuan. Suasana berlangsung hangat dengan dialog interaktif seputar kepemimpinan, peran perempuan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Selain Dedi narasumber lainnya juga turut hadir yaitu Adlan Nasution S. Ag.

Dalam pemaparannya, Dedi menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter kepemimpinan, bahkan sejak dalam lingkup keluarga.

“Muslimat Al Washliyah ini adalah madrasah pertama kepemimpinan Pancasila. Dari tangan seorang ibu, lahir generasi pemimpin yang jujur, adil, dan bertanggung jawab,” kata Dedi.

Menurutnya, kepemimpinan tidak selalu identik dengan jabatan formal, tetapi dimulai dari peran mendidik dan membentuk karakter.

“Ibu-ibu adalah pemimpin di rumah tangga. Di sanalah nilai Ketuhanan, kejujuran, dan tanggung jawab ditanamkan. Itu semua adalah inti dari kepemimpinan Pancasila,” ujarnya.

Dedi menambahkan, keberhasilan bangsa sangat bergantung pada kualitas pendidikan moral yang dimulai dari keluarga, dan perempuan menjadi kunci utamanya.

“Kalau ibu-ibunya kuat, berintegritas, dan memahami Pancasila, maka bangsa ini juga akan kuat. Karena pemimpin bangsa lahir dari rumah,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa Pancasila memberikan ruang yang sama bagi perempuan untuk menjadi pemimpin di berbagai bidang.

“Pancasila tidak pernah membatasi perempuan. Siapa pun bisa menjadi pemimpin, selama memiliki integritas, kemampuan, dan komitmen kepada nilai-nilai kebangsaan,” jelas Dedi.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak Muslimat Al Washliyah untuk terus menjadi teladan dalam masyarakat.

“Saya berharap Muslimat Al Washliyah menjadi pelopor dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila, baik di keluarga, di organisasi, maupun di tengah masyarakat,” katanya.

Dedi juga mengingatkan bahwa kepemimpinan yang berlandaskan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, akan melahirkan pemimpin yang amanah.

“Kalau kepemimpinan dibangun atas dasar Ketuhanan, maka akan lahir pemimpin yang tidak zalim, tidak korupsi, dan benar-benar bekerja untuk rakyat,” ungkapnya.

Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Sejumlah peserta mengaku termotivasi untuk lebih aktif berperan dalam masyarakat dan organisasi.

Kegiatan sosialisasi Empat Pilar ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sekaligus mendorong lahirnya kepemimpinan yang berkarakter Pancasila, termasuk dari kalangan perempuan.

“Peran ibu-ibu Muslimat Al Washliyah sangat penting. Dari sinilah lahir pemimpin masa depan yang berkarakter Pancasila,” tutup Dedi.

Artikel terkait
Terkini
Follow us