Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diperkirakan akan menggelar rapat darurat pada Senin ini (5/2/2024) untuk membahas serangan terbaru yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) di Irak dan Suriah. Rapat ini dilakukan atas permintaan Rusia, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita AFP yang mengutip sumber diplomatik.
Serangan udara yang dilakukan oleh pasukan AS terhadap kelompok pejuang yang didukung oleh Iran di Irak dan Suriah pada Jumat (2/2/2024) direspons sebagai tindakan balasan terhadap serangan drone di Yordania yang menewaskan tiga tentara AS pekan sebelumnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengecam serangan tersebut dan menyatakan, “(Serangan ini) menunjukkan pada dunia sifat agresif kebijakan AS di Timur Tengah dan Washington sepenuhnya melanggar hukum internasional.”
Presiden AS Joe Biden menegaskan bahwa serangan akan terus berlanjut pada waktu dan tempat yang mereka pilih. Namun, Iran menyebut serangan tersebut sebagai “kesalahan strategis” yang hanya akan meningkatkan ketegangan dan ketidakstabilan di Timur Tengah, terutama karena operasi militer Israel di Gaza semakin memburuk.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, dalam pernyataannya pada Sabtu (3/2/2024), menyatakan bahwa serangan AS merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Irak dan Suriah, serta melanggar hukum internasional dan Piagam PBB.
Pemerintah Iran juga menegaskan bahwa akar dari ketegangan di wilayah tersebut berasal dari pendudukan rezim Israel dan operasi militer yang terus berlanjut di Gaza dengan dukungan tak terbatas dari AS. Mereka mendesak Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional untuk mencegah perluasan krisis dan fokus pada penyelesaian akar masalah untuk kembalinya stabilitas dan keamanan di kawasan tersebut.





